Categories
About Journaling (Tamu) Basic Mentality Learning : Motivation Resiliency Soft Skills Stretching

The Science of Journaling

Basic Mentality, Soft Skills, Resiliency, Journaling, Awareness

#BasicMentality

#SoftSkills

#Resiliency

#Journaling

#HigherAwareness

 

Categories
Stretching

Terima Tantangan ?

Categories
COACHING

Mau Begini Aja … ?

Beneran lho, ini pertanyaan serius : Ente mau begini-begini aja ? Gak mau berubah ? Padahal banyak hal yang belum diraih ? Padahal sudah hampir satu tahun jalan di tempat ?

Kalau mau ubah nasib, saya punya rekomendasi. Tonton  videonya ya

 

Finish Strong Video - 100 Day Challenge

 

PS :

# If you have some big goals that you want and need to achieve before the year is out…then
take the 100 DAY FINISH STRONG CHALLENGE.

===> https://bit.ly/2nb8ggp

===> https://bit.ly/2nb8ggp

===> https://bit.ly/2nb8ggp

 

 

# It’s a hardcore, fast paced goal setting program designed to create radical results quickly. I give it my highest recommendation!

# One way or another you’re going to finish the year… why not make it a point to FINISH STRONG and be proud of your performance, rather than embarrassed by it?

===> https://bit.ly/2nb8ggp

===> https://bit.ly/2nb8ggp

 

Categories
Stretching

CONTRIBUTION STATEMENT

missionMundur ke belakang, tidak perlu merenung panjang, melihat apa yang sudah saya jalani, saya kian percaya bahwa PASSION saya banyak terkait dunia SELF / PEOPLE DEVELOPMENT dan PERSONAL LEADERSHIP. Ada kegairahan ketika menggeluti dunia itu. Pertama nyemplung 1996, saya merasakan energi seakan tersedia teramat banyak ketika menggarap projek projek pengembangan diri. Pernah saya harus terbang ke Surabaya, lalu jalan darat ke Malang dan sekitarnya. Kemudian sore hari terbang ke Jakarta sambung ke Sumatra untuk menjadi kawan belajar. Semua mengasyikan, tubuh menikmati itu semua.

Training di sejumlah perusahaan saya jalani. Menjadi teman belajar, fasilitator atau coach membawa banyak kebaikan buat saya sendiri. Sehingga hanya MANFAAT dan positif yang saya dapatkan. Sejumlah perusahaan sekaligus menjadi tempat saya belajar. Dari organisasi Pemerintah, Kampus, hingga Multi National Company menjadi persinggahan. Banyak kawan, kenalan, beberapa menjadi lebih dari sekedar kolega. Tak sedikit jadi tokoh terpandang. Semoga mereka semua bahagia menjalankan peran masing-masing.

Kegairahan juga saya rasakan ketika menulis. Awalnya adalah misi pembuktian lalu banyak pintu terbuka. Bertemu penulis hebat, guru luar biasa yang menempatkan diri sebagaii sahabat. Dan sejumlah projek kami garap bersama. Menulis keroyokan, membuat buku bersama adalah salah satunya. Menulis kemudian sempat seperti candu. Ada saja yang hendak dibagi. Hal sederhana menggugah inspirasi yang bergemuruh minta diungkap dalam kata dan tulisan. Itu mungkin jenis SAKAU yang berbeda.

Menarikanya dua PASSION di atas saling bersambung karena tema tulisan saya banyak terkait dengan SELF DEVELOPMENT dan PERSONAL LEADERSHIP. Mungkin ini yang hendak ALLah titipkan buat hamba yang banyak kekurangan.

Berbekal itu semua, saya hendak memanfaatkan apa yang saya mampu untuk BERKONTRIBUSI, memberi apa yang bisa saya bagi.
Melihat realita, Salah satu yang menggelisahkan saya adalah pertanyaan bahwa Negara besar Indonesia ini punya potensi luar biasa, dan saya meyakini peluang untuk menjadi bangsa besar sangat terbuka. Banyak kelebihan yang Indonesia punya. Dan saya tak akan bicara banyak pada aspek ini.

Salah satu yang saya pikir harus terus dipacu justru pada MANUSIA-nya. Saya membayangkan semakin banyak anak muda yang tahu IMPIAN Mereka. Saya membayangkan banyak pengusaha kaya raya yang BERKONTRIBUSI untuk negeri, tidak korupsi dan memberikan HATI nya buat negeri ini.

Lalu di mana saya menempatkan diri dalam peta luas ini ? KONTRIBUSI saya adalah terus berbagi, terus sharing sebagai TRAINER, terus memfasilitasi sebagai FASILITATOR, terus membangun COACHING moment, terus mengajak orang berubah menjadi lebih baik, mengajak orang di jalan kebaikan.

Bukan karena saya lebih hebat. Tapi karena saya bisa membantu pada apa yang saya mampu. Saya menikmati itu dan Insya Allah akan terus coba membantu dan berbagi. Mari saling mengingatkan untuk menjadi diri lebih baik

(15012015/SBG)

Categories
Soft Skills

Bullying Series – Marah

>>>> Basic Mentality, Soft Skills, Journaling, HumanFactory, FreeWriting, Leadership, Resiliency, Agile, Agility, Leader, Free Writing, Journaling, Basic Mentality, Soft Skills <<<<

Dokumen itu hendak diambil olehnya. Refleks, secepat yang saya mampu, saya tarik dokumen itu dari tangan dia.

“ Maksudnya apa ini ?”, nada tinggi. Dari mulut saya. Saya bangkit dari kursi. Berdiri

“ Anda mau meeting baik-baik atau apa ?”, dia bengong masih sambil duduk

“Kalau Anda tidak mau ikut aturan dan maunya cara liar, ayo kita selesaikan di luar saja”

Lho koq jadi begini

Aneh ? bingung ?

Wajar jika pembaca bingung. Anda bingung tentang apa ini. Bisa juga tidak paham konteksnya. Atau sekedar gak mengerti apa ini rekaan atau kenyataan.

Anggap saja ini rekaan. Maka yang terjadi adalah ekspresi emosi yang bisa jadi pelajaran bersama. Paling tidak ini pelajaran untuk saya. Saya bagi kepada Anda untuk menjadi cermin bersama. Kalau ada yang mau berkaca ya monggo. Gratis koq. Kalau tidak ada yang bercermin juga ndak apa. Sudah gugur kewajiban untuk pengakuan dosa. Setelah ini in syaa Allah lebih baik. Karena ada pelajaran

Soal emosi di atas adalah soal asumsi. Ada asumsi yang bermain bahkan menguasaii diri sang pelaku. Karena basisnya asumsi, maka makin mudah dikuasi emosi. Kalau pakai data, biasanya cenderung otak yang bermain. Analisa dan ekplorasi. Kalau asumsi, yang terjadi mudah sekali otak tunduk dan tersandera

Asumsi apa yang dimaksud? Sang pelaku A berasumsi bahwa si B hendak mempermainkannya. Hendak meeting dengan tidak baik-baik. Terlihat dari tuduhan dan kata-katanya. Dia menuduh si B mau meeting dengan liar.

Jadi asumsi karena tidak ada klarifikasi, Tidak ada kesabaran menunggu jawaban. Pertanyaan yang disampaikan hanya ekspresi, yang juga emosional. Bukan pertanyaan yang diungkap untuk menggali. Mendengar. Tidak ada kemauan mendengar. BUktinya langsung disambung tuduhan lain dan mengajak tawuran

Wis ngawur !!!

Terlihat. Dengan asumsi dibuat keputusan. Keputusan lemah karena tidak ada basis data. Yang ada adalah permainan ego. Usaha menyelamatkan ego semata. Hebat ? Tidak juga. Tidak!!

Mengerikan ketika pakai asumsi sebagai dasar tindakan. Tanpa evidence based. Tanpa sensory based. Yang ada ngawur based. Emotional based.

Lalu mau berkilah tidak terkontrol ? Refleks ?

Pemanjaan atas alibi ini hanya akan mempertontonkan kekurangan diri yang kesekian kalinya. Ini bukan tiba-tiba yang tiba-tiba. Ini bisa jadi bukan tidak ada control. Sangat mungkin ini soal tidak adanya kemauan untuk control. Tidak mau control yang berkombinasi dengan ketidak mampuan mengontrol diri. Makin parah kekurangannya !!!

Lalu alasan ini adalah Reflex ? Saya bayangkan reflex adalah kumpulan kebiasaan. Kebiasaan bermula dari tindakan yang terus diulang hingga mencapai unconscious competence. Alhasil kebiasaan buruk membentuk reflex buruk, reflex tidak efektif berakar dari Kebiasaan yang juga tidak efektif. Nothing special. Nothing new. Only common sense

Jadi, jika kembali ke drama singkat di atas, ada pertanyaan mendasar : Mengapa memilih membentuk kebiasaan buruk ? Buktinya yang muncul adalah reflex buruk !

Koq solusinya ngajak keluar, ngajak tawuran ? Lihat betapa ngawur kan

Soal kantor dan pekerjaan koq ditanggapi dengan ajakan ribut. Bisa jadi ini justru tanda ketidak mampuan mengelola diri. Kalau menganggap orang lain tidak tahu tata karma, lalu mengapa disikapi dengan arogansi ? Arogansi apakah jadi representasi punya tata krama ? Marah, ngajak bertengkar bisa jadi adalah usaha menutupi ketidak mampuan dalam relasi yang damai. Marah bisa jadi adalah kebodohan yang pakai topeng arogansi

Selamat berkaca.

>>>> Terus menyelam ke dalam diri, temukan kesejatian untuk bekal revolusi diri. Terus mengambil tanggung jawab, terus menjadi solusi

SoftSkills, BasicMentality, Journaling, HumanFactory, FreeWriting, Leadership, Resiliency, Agile

#Soft Skills

#BasicMentality

#Journaling

#HumanFactory

#FreeWriting

#Leadership

#Resiliency

#Agile

#Soft Skills

>>>>> Subang / 07 Oktober 2020 <<<<<<