MEMPERTAHANKAN RESILIENSI DIRI by adjie
Beberapa tahun terakhir, saya amat menyukai gagasan tentang resiliensi (dari resilient, resiliency, resilience). Awalnya adalah keinginan mendalami sesuatu yang belum banyak digali oleh ahli di Indonesia. Tentu bukan karena ingin menjadi ahli maka saya kemudian mencari banyak informasi terkait dengan konsep resiliensi di atas. Yang lebih menggairahkan salah satunya justru pada petualangan saat bertemu dengan hal baru. Walau kemudian di ujung hari saya juga sadar bahwa sesungguhnya tak ada sesuatupun yang terlalu baru di kolong langit. There is nothing new under the sun.
Namun tetap saja pergulatan saya, petualangan saya saat coba mengais informasi tentang resiliensi sungguh menjadi pengalaman bermakna. Awalnya adalah memanfaatkan keterbukaan yang ada. Akses internet jadi andalan saya. Beberapa tulisan singkat memberi saya data awal, yang kemudian makin membuat saya penasaran. Hingga akhirnya saya tergoda untuk mendalami gagasan ini dari kaca mata Dr. Al Siebert, salah seorang tokoh untuk bidang ini. Berkunjung ke web sitenya membuat saya makin terbuka.
Rasa penasaran makin tinggi mendorong saya coba berburu buku-bukunya.Ternyata tak mudah. Beberapa toko buku ternama di Indonesia tidak punya stok untuk karya Al Siebert ini. Maka saya menghubungi kawan-kawan yang suka traveling ke luar negeri. Paling dekat adalah Singapura yang paling mungkin jadi tempat berburu buku macam ini. Sayangnya, seorang kawan gagal mendapatkan apa yang saya mau. Berburu ke Singapura dan Malaysia hanya memberinya beberapa buku terkait, namun bukan karya Al Siebert. Terpaksalah jalan terakhir, akses www.amazon.com untuk bisa dapatkan dua buku karya Siebert tersebut. Kelegaan saya rasakan.
Usai tercengang karena harga buku dan ongkos kirim yang amat mahal untuk ukuran saya, mulailah petualangan saya mengeja pendapat-pendapat Al Siebert. Menarik, walau makin menyadarkan saya bahwa ada banyak titik pertemuan dengan sejumlah konsep yang diusung dengan tajuk berbeda dan oleh penulis lain. Harus diakui ada beberapa hal yang berputar-putar di satu wilayah yang sama, namun dengan kemasan berbeda. Semoga perkembangan dunia ilmu tak sekedar soal memarketingkan satu barang tertentu. Khawatir juga kalau nyatanya banyak hal lama yang hanya dikemas ulang. Kalau begitu, maka akan banyak di antara kita yang bisa tertipu oleh tampilan, oleh casing. Benar kiranya kalau ada yang mengingatkan untuk “don’t judge the book from its cover”.
Saya beruntung dan tak kecewa. Tetap saja ada banyak hal baru yang menarik untuk di dalami. Beberapa konsep resiliensi menarik untuk terus saya dalami.
Apa itu Resiliensi ?
“Resiliency means being able to bounce back from life developments that may feel totally overwhelming at first.” – Al SiebertSecara umum, resiliensi bermakna kemampuan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan yang terjadi dalam perkembangannya. Awalnya mungkin ada tekanan yang mengganggu. Namun orang-orang dengan resiliensi yang tinggi akan mudah untuk kembali ke keadaan normal.
Orang dengan resiliensi tinggi mampu mengelola emosi mereka secara sehat. Tentu mereka punya hak dan berhak untuk merasa sedih, marah, merasa kehilanganm, sakit hati dan tertekan. Bedanya, mereka tak membiarkan perasaan macam itu menetap dalam waktu lama. Mereka cepat memutus perasaan yang tak sehat, yang kemudian justru membantunya bertumbuh menjadi orang yang lebih kuat.Mereka menjadi contoh atas apa yang pernah disampaikan oleh Wilhelm Nietzsche’s : “That which does not kill me makes me stronger.”. Apa yang tidak membunuh saya, justru akan makin menguatkan saya.
Apa Arti Pentingnya ?
Resiliensi adalah faktor penting dalam kehidupan kita sekarang ini. Ketika perubahan dan tekanan hidup berlangsung begitu intens dan cepat, maka seseorang perlu mengembangkan kemampuan dirinya sedemikian rupa untuk mampu melewati itu semua secara efektif.Untuk mampu menjaga kesinambungan hidup yang optimal, maka kebutuhan akan kemampuan untuk menjadi resilien sungguh menjadi makin tinggi.
Orang-orang dengan resiliensi yang tinggi, akan mampu keluar dari masalah dengan cepat dan tak terbenam dengan perasaan sebagai korban lingkungan atau keadaan.Masih dari buku Al Siebert, ditegaskan bahwa di tengah dunia yang berubah cepat ini,
• Perusahaan dengan karyawan yang resilient akan memilki keuntungan di banding kompetitor mereka
• Saat banyak tekanan untuk melakukan efisiensi dan restrukturisasi, dengan downsizing misalnya, maka pekerja resilien dengan ketrampilan yang beragamlah yang akan dipertahankan. Multi-skilled employee- lah yang akan dipertahankan di perusahaan
• Saat melamar pekerjaan, orang-orang dengan resiliensi yang tinggilah yang lebih punya kesempatan
• Di tengah tekanan ekonomi yang ada, keluarga dengan individu yang resilien didalamnyalah yang akan cepat keluar dari krisis
• Pribadi dengan resiliensi tinggilah yang cepat mengambil keputusan saat berada dalam situasi sulit
• Mereka juga adalah pribadi yang tak mudah sakit saat banyak diterpa masalah
Jelas, bahwa resiliensi adalah ketrampilan yang penting untuk dikembangkan di segala sektor kehidupan. Adapun beberapa ciri utama pribadi dengan resiliensi tinggi itu berkisar pada kemampuan mereka mempertahankan perasaan positif dan juga kesehatan serta energi mereka. Mereka juga memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik. Yang tak kalah penting adalah berkembangnya harga diri, konsep diri dan kepercayaan diri mereka secara optimal.

resiliensi untuk anak berkebutuhan khusus gimana??
sejauh ini saya biasanya menemukan artikel2 untuk resiliensi for common people
ditunggu…
Terima kasih Mas Adjie. Berbagi resiliency pada dunia. In fact, all of us need it. Sejak mengenal belasan tahun lalu whatever didnt kill you, makes you stronger, terasa manfaatnya. Semoga kita bisa terus saling menyemangati untuk berbagi… Amien.
Salam kenal mas adjie saya tertarik mengenai pembahasan resiliensi makanya judul skripsi saya terkait dengan resiliensi,saya sulit untuk menemukan bukunya kalo boleh saya month di kasih tau refrensi buku mengenai resiliensi.terima kasih
Saya adl mhs psikologi UI yg sdg melakukan penelitian ttg resiliensi. Saya sdh mencoba mencari buku ini di perpustakaan tp blm mendapatkannya. Bgm sy bisa memperoleh informasi ttg buku ini/bila perlu memfotokopinya. Mohon bantuan.trima kasih.
i
Awalnya saya juga bingung untuk mencari referensi tentang resiliensi. akhirnya saya coba di amazon .com. Disana banyak referensi tentang resiliensi. dari info itu saya mencoba untuk melakukan pemesanan tapi tidak secara online… saya catat judul dan pengarangnya serta ISBN dari buku itu. kemudian sya serahkan data itu pada toko buku yang menerima pesanan (di daerah saya seperti BORNEO bookstore) atau toko-toko buku di daerah anda. mungkin mereka akan mengusahakan. tentunya dengan biaya dong.. Selamat mencoba.
thank you bgt,,,buat bahan skripsi…
keren bgt,,,,,
kalau ada bahan yang penting lagi bagi2 ke Kita2 ya….
thanks skali lagi…sukses selalu
sedang butuh referensi tentang resiliensi. mohon informasinya ya.. please….
skripsi saya juga tentang resiliensi,,,buku2 tentang resiliensi emang belum banyak,,tapi alhamdulillah ketemu juga,,,buku Al Siebert ada di perpus Psikologi UI kok kalo ada yang mau cari,,,
tolong bisa sharing tentang resiliensi dong. Sama disertasi saya juga tentang resiliensi, sukar sekali cari bukunya, untung promotor saya baik ada beberapa jurnal saya diberi. untuk teman yang paham dan penelitianya tentang resiliensi tolong bagi pengalaman dan materi ya… thanks, selalu sukses buat kita.
mba devi perpus psikologi UI nya atau perpus pusat???
judul bukunya apa???
saya mau cari,,,,
terimakasih untuk infonya
Salam kenal mas ajdi. Saya tertarik dengan tulisan mas. Kalau boleh, saya ingin meminjam buku yang membahas tentang resiliensi. Saya ingin mengkopinya. Kalau tidak keberatan, saya mau datang ke rumah mas buat mengkopi buku tentang resiliensi. Thanks sebelumnya.
saya sangat terbantu dengan adanya bahasan tentang resiliensi ini,,,
karena saya sedang menulis tugas akhir ttg gambaran resiliensi,,,
bila berkenan dapatkah di informasikan dimana saya bisa mendapatkan buku-buku resiliensi tersebut???
terima kasih