sudah dua kali , saya menghapus rancangan tulisan yang hendak saya publish. Parts diri saya terbelah rupanya. Ragam emosi berkecamuk. Satu memihak , yang lain berpihak pada yang beda. Semua mungkin punya alasan yang benar, menurut masing-masing part. Lalu apa benar yang sejati yang hanya milik Allah.
Lalu mengapa tidak bertanya pada Sang Pemilik Kebenaran ? Atau kita sudah demikian hebat, sehingga tak bertanya. Menyimpulkan begitulah yang diminta Gusti Allah. Mungkin memang benar kita sudah amat sombong, sehingga meninggalkan apa yang sudah diwasiatkan oleh Gusti Allah dan Kanjeng Nabi.
Mari kembali melihat dan telaah, dan jauhkan kesombongan. Karena akan mengantar kita jadi pengikut iblis
