Sejak pagi sejumlah pertanyaan masih terlontar soal kemungkinan adanya lanjutan demo. Kemarin demo di kawasan melumpuhkan. Terjadi sweeping, operasi dihentikan, karyawan ikut konvoi dan mendengar orasi.
Apa yang sebenarnya menjadi penyebab keramaian macam ini ?
Ada banyak analisa dan telaah. Ada banyak kemungkinan penyebab, yang menarik jadi obrolan.
Namun lepas dari banyak kemungkinan dan penjelasan, yang sudah jelas adalah bertumpuknya keluhan di sana-sini. sebagian ribut soal kemacetan, ada kabar soal karyawan yang terkena soal serangan jantung, ada keluhan kerugian pengusaha, ada teriakan kerugian karyawan yang sudah keluar ongkos dan berlama di jalan raya.
Semoga ini jadi pembelajaran bagi semua pihak.
Buat saya, pesan utamanya adalah soal memahami proses. Ketika ada pihak yang berpikir jalur pintas dan cepat, maka ini berarti melawan kaidah semesta yanag meminta proses. Ketika melawan kaidah macam ini, maka selalu ada kerugian. Mungkin bukan saya yang rugi, bisa jadi kawan atau keluarga saya yang terkena dampak.
Saat bicara menghargai proses, maka kawan sejatinya adalah kesabaran. Yang menghargai proses, perlu menyediakan kesabaran. Yang ngotot jalur pintas, cenderung tak mau bersabar dan bersiap menanggung kerugian, apa pun bentuk dan besarannya.
Mari berkaca, sudahkah kita bersabar dan menghargai proses ?
