
(LUKA)
Luka bisa menimpa siapa saja, kapan saja. Sementara duka mungkin sebuah pilihan !
(TEGAK)
Hari ini saya mendapat dua kabar tidak enak. 2 kolega ”mengundurkan diri”. Ini bisa membuat banyak orang berduka. Tapi dua kolega di atas masih menunjukkan kekuatannya untuk tetap tegak. Thanks for inspiring me !
(SAYA MALU ?)
Dua anak saya sempat bertengkar, berebut sesuatu. Hari lalu saya menghadapinya sebagai sebuah kewajaran. Anak kecil, biasa berebut dan ribut. Tapi kemarin malam, rasanya beda. Saya membatu. Istri saya mungkin juga bingung. Mendapati anak-anak bertengkar di muka orang lain adalah sesuatu yang mencoreng wajah saya. Makin berat beban ketika pertengkaran itu terjadi di muka guru mereka. Waduh !!
(JELAS)
Jelas pertengkaran terjadi karena sebuah sebab. Jelas keributan itu karena sebuah sebab. Ada alasan jelas anak-anak saya bertengkar. Mereka jelas hendak mendapatkan sesuatu. Mereka jelas memiliki pilihan yang masih sedikit. Akibatnya, tindakan mereka kadang jelas-jelas mengganggu wilayah pribadi orang lain. Tak saja mengganggu wilayah adik kakak yang bertengkar. Pertengkaran itu jelas mengganggu wilayah ego saya !
(KALAU HANYA)
Kalau hanya bagi-bagi uang, saya juga bisa jadi presiden. Begitu mungkin pikir sebagian orang. Kalau hanya nurut saja saya juga bisa pemimpin, begitu kata karyawan. Kalau hanya ……………
(DRAFT)
Bahkan rancangan awal scenario 2009 belum juga saya siapkan. Sementara hari seakan tak pernah menanti. Hari bergulir kadang berlari tak terkendali. Sementara saya seakan kehilangan kendali diri kala harus berjalan dengan peta yang tak jelas. Mempertegas tujuan dan rute menuju tempat itu menjadi langkah konkrit yang harus disegerakan.
(IKATAN)
Salah satu yang mungkin membuat saya lamban membuat rute perjalanan adalah ikatan dengan masa lalu. Masa lalu, tindakan di waktu lalu menyisakan banyak ikatan yang membelenggu. Ada banyak ikatan dan tanggung jawab yang harus jadi prioritas untuk segera saya putus satu per satu
(TAKUT)
Otak saya sering tergelitik usai melihat banyak kejadian yang menarik. Dari sana kemudian bermunculan sejumlah letupan kecil yang bisa diikat dalam rangkaian kata. Melihat ke luar banyak yang bisa direkam ulang. Sampai pada satu saat saya sadar bahwa bisa jadi itu adalah usaha pelarian saya. Ketakutan untuk menguliti diri sendiri membuat saya mencari sesuatu di luar sana untuk dikomentari. Bagaimana dengan Anda ?
(LEMAH)
“saya dalam posisi sangat lemah Pak”, keluhnya. Sejatinya ia dalam posisi amat tinggi, karena menegaskan kekuatan sikapnya. Ia memang lemah dibanding kuasa atasan. Namun bisa jadi ia heroik sebagai pribadi
(KEPENTINGAN)
Kita tak jarang bingung terjepit antara peran dan kepentingan. Tak hanya pada skala pribadi, pada skala besar pun gejalanya nyaris sama. Atas nama kepentingan tertentu, banyak yang sengaja melupakan perannya.
(PARAH)
Saya masih terheran, ketika email saya pada sebuah lembaga pendidikan tinggi yang saya kirim sekian bulan lalu, ternyata baru di balas hari ini. Sejatinya usai menunggu lama, saya tak peduli lagi pada isi balasannya. Kini, saya peduli karena heran atas pola respon macam ini. Bahkan di kota besar pun masih ada ganjalan fasilitas. Jadi betapa mengerikannya keterbatasan di kampong lain. Atau jangan-jangan ini bukan soal keterbatasan fasilitas ? Jangan-jangan ini soal mental kita !
(JARAK PALESTINA)
Di sana perang, mesiu, dentuman bom, racun yang menyebar bercampur darah, teriakan dan tangis. Di sini, tawa riang di mana-mana. Aku tuliskan ini sekedar usaha mendekatkan jarak kami.
(PELAJARAN)
Pelajaran sejarah dan peran lembaga internasional ternama harus diubah. Fakta hari ini lembaga ternama seringkali jadi tameng bagi kepentingan pihak tertentu. Tentu saja pihak yang punya uang dan kuasa !
Wednesday, January 14, 2009
(TANYA)
Apa target di tahun 2009 ? Jelasnya apa ? Lebih spesifik dong ! OK, untuk bisa mencapai itu, apa yang harus disiapkan ? Apa tindakan yang dibutuhkan ? Untuk melakukan itu, perlu tersedia apa ? Sudah tersedia belum ? Kalau belum, apa yang harus dilakukan ? Kalau sudah, kapan akan bertindak ? Jangan. Jangan tunggu besok. Besok itu berarti jarak antara hari ini dan kematian. Jangan tunggu mati untuk mulai bertindak !
(JARAK)
Ada jarak amat panjang antar konsepsi dengan realita. Jadi sering-seringlah membangun dan memperjelas konsep sebelum kemudian jadi sebuah realita. Bertanya dan bertanya akan membantu kita membangun konsep itu
(TURUN)
Ada sisi menarik dari pasar “bebas”. Kompetisi antar penyedia jasa komunikasi membuat harga pulsa makin murah. Itu dilakukan agar tak ditinggalkan pelanggan. Dan ini merembet kemana-mana. Agar tak ditinggalkan pendukungnya, penguasa bisa saja sering-sering menurunkan harga bensin dan solar. Rakyat kecil terbantu. Apakah mereka terbantu juga ? Belum tentu. Bisa saja mereka akan ikut-ikutan turun panggung. Toh masyarakat makin pintar bukan ?
(SILAT LIDAH)
Atas nama jabatan, peran, nama baik, citra atau apapun itu, saya melihat beberapa orang sangat berani bersilat lidah. Seperti ketika saya bertanding pencak silat saat kuliah dulu, ada masa di mana saya terkilir kena hantam. Jadi, hati-hati juga saat bersilat lidah. Ada banyak kemungkinan Anda akan keseleo juga !
(BEBAS)
Benar kata kawan. Saya amati sedikit polisi di Kuta. Apakah ini kabar gembira tanda sedikit orang yang harus diatur dan diawasi ? Atau adalah ekspresi ruang bebas buat segala ? Tampaknya saya harus berlama di sana
(NASI PEDAS)
Akhir minggu kemarin berkesempatan jalan ke Bali. Makanan yang diincar salah satunya adalah nasi pedas. Dan memang mak nyuussz. Murah harganya, dengan sensasi yang tak berhenti di mulut. Pedasnya seakan muncul belakangan. Beberapa yang tak siap, ada kejutan menghantam perut. Efeknya tak berhenti seusai makan. Begitu juga dengan mulut kita yang mudah mengeluarkan kata-kata pedas. Hati-hati. Efeknya tak berhenti di telinga saja. Ada yang sakit hatinya bertahan lama !


postingan yang bagus, saya suka diksinya, mas, hehehe … mencerahkan banget.
matur nuwun untuk feedback nya Mas. Aku juga senang bisa main dan belajar di rumah sampeyan
Saya suka dengan frase ini, mas:
“Luka bisa menimpa siapa saja, kapan saja. Sementara duka mungkin sebuah pilihan!”
Sepakat dengan hal itu. Kesusahan adalah nama lain dari hidup, selain kebahagiaan, bermanfaat bagi yang lain, dan nama-nama lainnya. Persoalannya adalah bagaimana kita menghadapinya.
wah….wah….wah……
aq salut ma postingan kamu……
berisi bangat,……and berbobot…..
salam knal yah
Mantap… seekor tikus jadi tambah wawasan nih…
postingannya bener2 mantep, apa lagi tntang tanya
“Jangan tunggu besok. Besok itu berarti jarak antara hari ini dan kematian. Jangan tunggu mati untuk mulai bertindak ! ”
kren banget, buat kita mkin tremotivasi….