Singkatnya, buat saya menulis itu bermanfaat. Selain masih melihat bahwa menulis adalah bagian dari peradaban kelas tinggi, keyakinan akan manfaat itulah yang kemudian menjadi bahan bakar yang membantu saya tetap bersedia meluangkan waktu untuk menulis. Salah satu manfaat yang saya maksud adalah bahwa menulis itu membantu saya untuk mempertahankan kesadaran. Menulis membantu saya tetap alert, aware, waspada, terjaga dan ngeh.
Kesadaran membantu saya untuk tahu sedang ada dimana saya, sedang melakukan apa, sedang mengejar apa dan hendak kemana. Itu paling sedikit yang bisa juga Anda cicipi dari kegiatan menulis. Jelas bahwa kesadaran adalah sesuatu yang penting. Konsekuensinya menulis jelas menjadi kegiatan penting. Sekali lagi ini menurut saya
Dan ketika saya menempatkan kesadaran itu untuk menilai apa yang sudah lalu, saya bisa melacaknya dari tulisan-tulisan saya. Melalui tulisan-tulisan saya, saya bisa melacak apa yang sudah saya hasilkan. Sederhananya, semakin sedikit yang saya hasilkan biasanya sebanding dengan minimnya tulisan saya. Semakin sedikit coretan yang saya hasilkan seringkali berbanding lurus dengan sedikitnya pencapaian saya. Dan sepak terjang saya di 2008 menjadi salah satu buktinya.
Ada banyak yang tidak saya capai, yang salah saty akarnya adalah karena saya membiarkan waktu berlalu begitu saja. Saya tidak membangun kesadaran. Saya tidak alert, kurang waspada dan nyaris tak peduli terhadap sejauh mana perjalanan saya. Alhasil, sedikit sekali yang saya dapatkan. Kurangnya kesadaran setara dengan rendahnya pencapaian diri.
Mengingat pengalaman macam ini membantu saya untuk kembali me-recharge diri. Saya ingin memperbaiki diri. Jika akarnya adalah membangun kesadaran itu, maka buat saya menulis adalah langkah awal upaya perbaikan di atas.
Sementara, dalam diam di kesempatan yang lain saya juga tak bisa lari dari fakta bahwa menulis saja tentu tak cukup. Goresan pena tak otomatis bisa disulap menjadi cita-cita. Coretan kita tak lantas bisa dengan mudah berubah jadi sesuatu yang kita harapkan. Pasti ada proses logis lain yang dibutuhkan, yakni tindakan efektif yang terarah pada apa yang kita mau. Pernyataan terakhir ini sekaligus usaha untuk mengkritisi diri sendiri bahwa menulis kiat sukses belum tentu menggambarkan bahwa saya sudah sukses ; bahwa refleksi spiritual mendalam tak langsung mencerminkan kedalaman kehidupan spiritual saya sendiri.
Namun saya akan tetap coba terus menulis, karena saya masih percaya kesadaran adalah kunci. Kesadaran membantu saya membangun asa di muka sana.
December 31, 2008


“…Menulis membantu saya tetap alert, aware, waspada, terjaga dan ngeh.”
Setuju banget dengan hal tersebut.
Oiya, salam kenal yaa…
Tau blog ini dari milis sekolah kehidupan. Trus tertarik karena url-nya resiliency. Ini merupakan tema skripsi saya sewaktu kuliah.
Terima kasih sudah singgah Mbak. Semoga bisa saling berbagi
menulis membuat kita bisa menciptakan dunia kita sendiri
selamat menikmati manfaat menulis, menulislah terus supaya awet muda. salam kenal.
asri prabosinta