Menjelang tutup tahun, acara televisi yang saya suka antara lain adalah kaleidoskop atau ulasan ringkas peristiwa penting yang terjadi sepanjang tahun berjalan. Acara macam ini tampaknya menjadi salah satu andalan stasiun tv yang ada. Tak saja yang berisi ulasan kejadian yang benar-benar bergizi, tak sedikit kaleidoskop yang juga membahas kejadian “ringan”, misalnya sepak terjang kisah asmara, perselingkuhan bahkan perceraian artis.Dia jadi semacam menu lengkap yang siap disajikan. Terserah Anda, hendak memesan dan mengunyah yang mana.Kaleidoskop menjadi menarik, karena ringkas. Mungkin cocok untuk saya yang malas melihat detil. Dalam waktu yang pendek, saya disediakan banyak informasi. Dalam waktu singkat, saya seakan dijanjikan untuk menjadi pribadi yang tidak kuper, tidak ketinggalan informasi. padahal sejatinya saya sudah ketinggalan informasi. Tapi masih mending pikir saya. Paling tidak saya pernah tahu, walau terlambat tahu.
Ulasan ringkas macam kaleidoskop kian menarik, karena tak sedikit yang berisi intrik-intrik. Bahkan tak sedikit isinya justru darah yang berasala dari konflik. Lagi-lagi, tetap saja menarik untuk saya yang berusaha untuk “up to date”.
Sebagai salah satu hiburan ringan, kaleidoskop menawarkan riuh rendah kisahnya sendiri. Terutama untuk ulasan dari cabang olah raga dan panggung politik bangsa ini. Sementara semanis apapun komentar atas kisah di bidang ekonomi sering kali tak sanggup menawarkan getir yang masih tersisa hingga hari ini. Pada satu sisi, kaleidoskop memang mengajak kita untuk menapak tilasi jejak luka lama.
Namun kaleidoskop tak saja menawarkan huburan semata. Banyak ilmu dan pencerahan yang bisa kita ambil, bahkan dari kisah konyol dan getir sekalipun.
Bagi saya, kaleidoskop kian menarik ketika coba saya tarik dalam kerangka yang lebih luas. Beranjak dari kata EFEKTIVITAS, maka pertanyaannya adalah : SEJAUH MANA KALEIDOSKOP BERMANFAAT UNTUK SAYA ?
Masuk ke ranah personal, salah satu manfaatnya adalah menjadikan pendekatan kaleidoskop untuk meneropong kisah perjalanan kita setahun ini. Bagaimana kisah sedih dan gembira kita lewati ? Bagaimana suka dan duka kita maknai ? Bagaimana kita bisa belajar dari yang telah lewat ? Apa yang bisa dilakukan untuk menjadi lebih baik di masa depan ?
Agar lebih seru, maka ulasan akan sepak terjang kita di hari kemarin perlu dilihat dari berbagai aspek kehidupan kita. Hidup yang seimbang menyentuh banyak aspek prioritas kita. Hidup yang seimbang menyentuh banyak aspek penting. Walau ada juga hal penting yang tidak menjadi prioritas kita. Itu karena kaca mata kita yang berbeda dalam melihat arti penting suatu hal.
Jadi kalau sudah selesai menikmati kaleidoskop dari panggung hiburan, kini saatnya menguliti kisah dari panggung kehidupan kita !
30 dec -08

