Dari sebuah e-news saya dapat pesan yang bunyinya seperti ini :
“I must govern the clock, not be governed by it.”
Makna katanya kira-kira : Saya yang harus mengatur jam, dan bukan jam yang mengatur saya. Dalam konteks lebih luas, pernyataan di atas bicara soal pengaturan waktu.
Anda setuju yang mana ? Mengatur waktu atau Anda yang diatur oleh waktu ?
Saya melontarkan pertanyaan di atas sambil juga mencari-cari apa arti tegas di antara dua pilihan di atas. Jadi kalau ada di antara Anda yang menemukan perbedaan ke duanya, maka mohon dengan sangat untuk memberi komentar. Tentu masukan Anda akan jadi bahan pencerahan sendiri untuk saya
Nah, sambil menunggu komentar dan tanggapan Anda, saya hanya hendak mengingatkan diri sendiri betapa pentingnya mengelola apa yang ada dan dekat dengan kita. Kita lahir dalam sebuah ruang dan waktu tertentu. Jadi ruang dan waktu itulah yang terdekat dengan kita.
Kalau saya menyinggung soal pengelolaan, maka itu ada kaitannya dengan apa yang kita mau dari keberadaan kita. Artinya, waktu sebaiknya dikelola sedemikian rupa agar membantu kita mendapatkan apa yang kita mau.
Pernyataan di atas bisa jadi sudah amat basi. Anak kecil juga tahu, begitu mungkin umpat sebagian yang lain. Saya setuju. Sepakat dengan Anda, anak kecil juga sudah tahu arti pentingnya waktu. Di surau kecil dekat rumah, guru ngaji saya dulu pernah mengingatkan betapa meruginya orang yang tidak memanfaatkan waktu.
Sayangnya sampai saya setua sekarang, nyatanya saya masih sering lalai akan pentingnya waktu, dan tentu pengelolaannya. Buktinya ? Banyak target saya yang belum tercapai. Dan sedemikian basinya pesan di atas, saya juga tak sadar bahwa sudah banyak waktu terbuang. Saya tersadar, karena kebetulan sudah mendekati tahun baru !
Bagaimana dengan Anda ? Masih mau mengingat pesan basi di atas ?
Cimanggis – December 24, 2008
