Sering mendengar kata “stretching” ?
Kata “stretching” seakan sudah menjadi kata serapan, yang kemudian dianggap menjadi bagian dari khazanah bahasa Indonesia. Mungkin karena sudah banyak orang mengucapkannya, di mana kata ini terutama banyak dikaitkan dalam konteks olahraga. Sebelum melakukan olah raga berat, dianjurkan agar kita melakukan stretching, yang dalam dalam bahasa Indonesia saya suka menyebutnya sebagai peregangan. Stretching sejatinya adalah kata asing.
Dalam wikipedia English, disebutkan sebagai berikut :
Stretching, as theorized in literature, is the deliberate act of lengthening of muscles, in order to increase muscle flexibility and/or joint range of motion (Weerapong et al 189-206). Stretching is a natural activity often performed without thinking by most people and many animals, and can simply be pleasurable. It can be accompanied by yawning. Stretching often occurs right after waking from sleep, after long periods of inactivity, or after exiting confined spaces.
Hal penting dari stretching yang hendak saya tekankan pada kesempatan ini menyangkut sejumlah hal, yakni : usaha untuk memperpanjang, meningkatkan keluwesan, kegiatan alamiah tanpa berpikir dan menyenangkan.
Untuk langsung menukik ke dalam, saya hendak tegaskan bahwa maksud saya mengungkap hal ini dilatar belakangi oleh manfaat kegiatan stretching itu sendiri. Tidak berhenti pada manfaat secara fisik, saya hendak memperluas pemanfaatannya dalam konteks lain. Oh ya, saya suka melakukan stretching di pagi hari, terutama sebelum mandi, sambil bersenda gurau dengan anak-anak di tepi kolam kecil di depan rumah. Kadang mereka meniru gerakan saya, tentu sambil bercanda dan menggoda saya.
Tegasnya, Stretching hendak saya bawa dalam konteks olah mental. Yang hendak saya regangkan bukan otot di lengan, paha, pinggang dan punggung saya. Bukan juga untuk otot leher yang sering kaku karena terlalu banyak tidur. Kali ini stretching hendak saya manfaatkan untuk oleh emosi dan ekspresi. Syukur-syukur stretching bisa membantu saya untuk olah aktualisasi diri.
Bentuk konkrit yang sudah saya bayangkan adalah menulis sebagai bentuk stretching mental itu. Ya menulis singkat, cepat, dan pendek saja. Bukankah seperti dalam olahraga, umumnya stretching pasti lebih pendek waktunya. Untuk bermain sepakbola berdurasi 90 menit, stretching mungkin menghabiskan 30 menit. Fokusnya adalah meregangkan otot, agar tak kaget ketika melakukan gerakan yang aneh dan sulit. Tanpa stretching yang baik, resiko cedera lebih besar kemungkinannya.
Mudah-mudahan jenis stretching yang satu ini bisa saya lakukan secara rutin. Supaya otot mentalku lebih fleksibel alias luwes dan lebih siap untuk kerja yang lebih berat. Yang penting lagi dengan stretching ini semoga tak ada cedera mental yang menimpa.
Oh iya, coretan ini juga bagian stretching saya hari ini lho.
Cimanggis : 24 December 2008
