Feeds:
Posts
Comments

Dzolim Redefined ?

Khotib Jumat pernah bicara topik dzolim. Jangan menyakiti, mengganggu, merusak kepentingan orang lain. Saya pikir tema ini pasti telah berulangkali diucap dan dibahas. bayangan awal banyak orang tentu adalah kedzoliman penguasa terhadap orang kecil. Bisa juga kedzoliman pengusaha terhadap pekerja.

Lalu apakah selalu demikian ?

Saya tergoda mengingat banyak hal yang pernah dan mungkin tengah terjadi di sekitar kita. Perlahan, konsep tentang kedzoliman perlu diperkaya. Nyatanya banyak orang kecil yang makin teraniaya oleh sesama orang kecil. Repotnya banyak orang kecil yang benar makin hancur oleh sesama kelompok orang kecil yang berkelompok. Repot ketika semua menggunakan otot. Ngeri saya membayangkan pendekatan macam ini. Repot kalau orang kecil yang tertindas ini juga menggunakan ototnya.

akan jadi apa kita kelak ? kisah heroik apa lagi yang akan kita ceritakan pada anak cucu kelak ? saya khawatir warisan terbesar kita adalah keberanian luar biasa untuk saling mendzolimi.

Ya Allah yang menguasai hati kami. Beri petunjuk dan kesediaan memahami petunjuk Mu. Ampuni kami yang amat bodoh dan mendzolimi diri sendiri.

mau sombong

sudah dua kali , saya menghapus rancangan tulisan yang hendak saya publish. Parts diri saya terbelah rupanya. Ragam emosi berkecamuk. Satu memihak , yang lain berpihak pada yang beda. Semua mungkin punya alasan yang benar, menurut masing-masing part. Lalu apa benar yang sejati yang hanya milik Allah.

Lalu mengapa tidak bertanya pada Sang Pemilik Kebenaran ? Atau kita sudah demikian hebat, sehingga tak bertanya. Menyimpulkan begitulah yang diminta Gusti Allah. Mungkin memang benar kita sudah amat sombong, sehingga meninggalkan apa yang sudah diwasiatkan oleh Gusti Allah dan Kanjeng Nabi.

Mari kembali melihat dan telaah, dan jauhkan kesombongan. Karena akan mengantar kita jadi pengikut iblis

LUNCH

Alhamdulillah : lunch dengan sebutir telur semur, setengah potong terong pedas, dua krupuk dan tempe goreng. Kalau lapar semua jadi asyik. Mari ciptakan rasa lapar saat makan

Kenyataan macam ini sesungguhnya bisa jadi bahan pembelajaran tentang rasa syukur. Lihat ke atas, maka kita akan kesal dan tak nafsu makan. bayangkan betapa yang dimakan jauh lebih buruk dibanding makanan yang ditawarkan restoran atau menu prasmanan hotel berbintang.

Lihat ke bawah, betapa masih bisa makan dengan 4 jenis lauk. Apa kurangnya ? Alhamdulillah. Mudahnya bersyukur, kalau memang mau mensyukuri yang ada

Ultimate Goals ?

What is your ultimate goals ?

I thought, at the end people will only try to find happiness. Yes, happiness for me is the ultimate goals that I want have. And interestingly, different people will have different definition about happiness. And again, while talking about these different concept of happiness, we will soon back to our values, our purpose, ourself. And to understand all of these, we need to be honest.

win win possibility

Once had a chance to review the legal decision, I then learn to see from different perspective. Moreover, when one legal decision followed by another protest, we can then learn another new point of view. The most interesting one is about claim over claim. And every claim and reason ussualy reflect the mind set and interest.

One statement and argumen actually reflecting the benefit of spoke person. It’s hard to create some distance between your argument and need. Then, the situation will be complicated because every person have their own argument, and it means that there willl be many interest and need. That is why ecological check is important to ensure win – win situation.

Is it possible ?

we are not alone

We are not alone. I am not alone. You are not alone. and as the consequence, we influence each other. One change will create another change. One change can bring some impact to the other. That is why would be much better if you initiate the change and be a change leader, be the subject of change. Otherwise, for whom not change, they will be the object and would take more effort to change.

Since, we are not alone – once you do decided to do something, would be beneficial if you are also considering things beyond. Please do remind your self, that there are another live beside ours. NLP remind all of us to consider the ecological check – to make sure that our decision will not bring bad impact to the other.

Let’s initiate the change

SATU

Sambil mengamati kondisi luar pabrik, seorang kawan banyak bicara soal hal besar yang lama saya tinggalkan :)
Ia bicara soal menjadi bangsa. Kita mungkin belum siap menjadi bangsa. Lihat betapa orang saling tidak peduli. Bahkan ketika uangnya dirampok oleh perampok tak bertopeng, mereka tetap diam. ketidak pedulian satu dengan yang lain.

Jadi apa alasan saya dan Anda satu bangsa ?

Saya hendak menariknya ke dalam skala mikro : Apa yang membuat Anda jadi satu organisasi ? apa yang membuat anda gabung ke dalam organisasi ? gabung perusahaan, dalam pernikahan dll ?

PROSES SABAR

Sejak pagi sejumlah pertanyaan masih terlontar soal kemungkinan adanya lanjutan demo. Kemarin demo di kawasan melumpuhkan. Terjadi sweeping, operasi dihentikan, karyawan ikut konvoi dan mendengar orasi.

Apa yang sebenarnya menjadi penyebab keramaian macam ini ?

Ada banyak analisa dan telaah. Ada banyak kemungkinan penyebab, yang menarik jadi obrolan.

Namun lepas dari banyak kemungkinan dan penjelasan, yang sudah jelas adalah bertumpuknya keluhan di sana-sini. sebagian ribut soal kemacetan, ada kabar soal karyawan yang terkena soal serangan jantung, ada keluhan kerugian pengusaha, ada teriakan kerugian karyawan yang sudah keluar ongkos dan berlama di jalan raya.

Semoga ini jadi pembelajaran bagi semua pihak.

Buat saya, pesan utamanya adalah soal memahami proses. Ketika ada pihak yang berpikir jalur pintas dan cepat, maka ini berarti melawan kaidah semesta yanag meminta proses. Ketika melawan kaidah macam ini, maka selalu ada kerugian. Mungkin bukan saya yang rugi, bisa jadi kawan atau keluarga saya yang terkena dampak.

Saat bicara menghargai proses, maka kawan sejatinya adalah kesabaran. Yang menghargai proses, perlu menyediakan kesabaran. Yang ngotot jalur pintas, cenderung tak mau bersabar dan bersiap menanggung kerugian, apa pun bentuk dan besarannya.

Mari berkaca, sudahkah kita bersabar dan menghargai proses ?

Benar, belajar dari kegagalan orang lain memang baik. Jadi tak perlu melakukan kesalahan yang sama. Sementara menjadi contoh buruk bagi pembelajaran orang lain tentu bukan kejadian menyenangkan, maka berhati-hatilah.

Pelajaran hari ini adalah soal berhenti dan mendengar, bukan berhenti mendengar. Ini jadi penting, karena kadang kita masuk ke dalam banyak situasi dan perubahannya dengan state yang sama. Kita masuk ke dalam suasana pesta dengan state sedih, yang sayangnya justru tidak disadari. maka jadilah pesta tersebut tak ubah kuburan.

banyak yang masuk dalam situasi harus mendengar namun masih membawa state ngeyel dan ngoceh terus. akibatnya, tak ada ruang bagi orang lain berbagi dan kesempatan baginya untuk mendengar. Jadi waspada dengan state Anda.

Let’s break the pattern, shift your state !

Insight Factory : JUJUR

suatu kali seorang teman pernah berujar, bahwa Allah telah memberi petunjuk sehingga ia bertahan di sebuah perusahaan. Sementara pada saat yang sama kawan yang lain lagi menyebut bahwa Allah juga memberinya petunjuk untuk keluar dan mengambil kesempatan di luar. Ada yang salah dengan dua kawan saya ini ? Mungkin jadi menarik.

Namun apapun itu, saya hanya ingin mengingatkan betapa asyiknya proses-proses pengambilan keputusan yang melibatkan diri terdalam. Kadang, ketika mencari ke dalam, kita justru menemukan kulit-kulit DIRI kita. Kesejatian kita kadang justru makin terpendam kian dalam. Karenanya menyelamlah dengan KEJUJURAN.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.