Feeds:
Posts
Comments

LIDAHMU

Benar – pelajaran ada di mana-mana. Hakikat bisa ditemukan kala kita mau buka mata , telinga dan hati. Dan tahukah Anda, saat emosi kadang mata , hati dan telinga berfungsi dengan aneh. Ia bisa teramat tajam hingga menangkap bahkan yang tak tuntas diekspresikan. Sebaliknya ia bisa demikian tumpul hingga kita terjebak generalisasi yang menyesatkan.

Saat hati panas atau kala panik karena lengah dan bodoh, kita seringkali lepas kendali dalam bicara. Godaan untuk bicara ngawur tak pikir panjang amat besar. Mudah kita terjebak dalam luapan emosi tak terkendali. Parahnya, kala emosi lepas, ucapan ngawur kadang tambah kacau karena berkombinasi dengan kebodohan kita. Repotnya, kita juga sering lupa bahwa ucapan kita didengar banyak orang. Lebih repot lagi ketika para pendengar juga dalam keadaan emosi. Maka ucapan ngawur kita jadi makin jelas di telinga orang lain.

Pesan dan pelajaran ini tak hanya untuk aku. Lebih penting lagi buat para pemimpin : di kantor, di rumah dll.

Please be aware. Lidahmu bisa jadi pedangmu. Yang bisa dipakai membantai lawan atau menusuk diri sendiri !

"Melakukan sepenuh hati", sebuah kalimat yang menggetarkan yang aku tangkap hari ini. Jadi penasaran seberapa sering saya bertindak dengan sepenuh hati. Kalau nyatanya saya masuk golongan yang sering bertindak sepenuh hati, maka amatlah bermanfaat jika mengetahui dan membagi kiat untuk bisa bertindak sepenuh hati. Sebaliknya jika ternyata kita adalah golongan yang jarang bertindak sepenuh maka juga penting mengungkapkannya pada orang lain, agar orang lain dan kita bisa saling mengingatkan.

Apa yang membuat saya bertindak sepenuh hati ? Karena antisipasi akan reward yang saya akan saya dapat ? Atau justru tindakan itu sendiri sudah menjadi sesuatu yang rewarding. Tindakan sepenuh hati yang didorong oleh harapan mendapatkan imbalan bukan sebuah dosa. Kita manusia biasa yang masih doyan imbalan. Lalu bagaimana jika ternyata setelah bertindak sepuh hati, sudah bersungguh-sungguh lalu kita tidak mendapatkan imbalan yang diharapkan ? Misalnya ada orang lain yang ingkar janji atau majikan yang lari tak mau bayar ?

Atas hal itu wajar jika kita kecewa dan kapok : tak akan lagi mau bertindak sepenuh hati ! Lalu jika kemudian kita bertindak setengah-setengah, tentu sudah amat jelas konsekuensi yang pasti kita terima. Hasil yang kita peroleh, buah karya yang dihasilkan tentu bukan buah daya cipta terbaik. Lalu dengan karya yang setengah-setengah, layakkah kita meminta imbalan terbaik ?

Bingung ? Silahkan dan bisa jadi.

Yang pasti tindakan sepenuh hati memang belum tentu mendatangkan imbalan terbaik, namun kerja setengah hati pasti menegaskan rendahnya kualitas kita

Pilih yang mana ?

APRESIASI

Manusiawi, jika saya dan Anda butuh diapresiasi. Manusiawi juga kalau ada orang yang lupa mengapresiasi Anda dan saya. Toh, mereka manusia juga dengan hak penuhnya untuk lupa.

Persoalannya jadi sedikit kompleks ketika harapan kita akan bentuk apresiasi tidak sama seperti yang kita dapatkan. Orang lain terpuaskan dengan senyum dan ucapan terima kasih. Atasan tertentu senang mengapresiasi dengan tepukan di pundak bawahan. Sementara saya mungkin tak butuh itu lagi. Pada titik tertentu penghargaan yang saya butuhkan mungkin dalam rupa yang berbeda.

Maaf saya tak merasa aneh dan perlu diperlakukan khusus. Acuan saya dan idealnya banyak pihak adalah aturan main yang ada. Dalam konteks perusahaan, strategi mengapresiasi bisa tercermin dari sistem reward & punishment yang di bangun. Jika sistemnya kuat maka kita jarang mendengar kecemburuan satu kawan terhadap yang lain : "Sialan gaji gue jauh di bawah dia yang jabatannya di bawah gue !" ; "Gak adil nih, apa iya perusahaan asing ini membayar orang dari senioritas doang ?!" ; " Katanya menghargai kinerja unggul, nyatanya gaji gue malah di-freeze !"

AKan ada banyak keluhan yang bisa kita daftar. Begitu juga akan muncul banyak argumen yang bisa jadi tandingan. Tak sedikit juga oknum di perusahaan yang memang tidak ngerti soal macam ini. Sebagian lagi sengaja tutup mata, lebih pentingjkan kursi dan raport pribadi. Dan pihak yang merasa jadi korban pada satu titik perlu memaklumi : kesalahan, kebodohan dan ketidak mau tahuan adalah soal yang juga manusiawi.

Tapi untuk Anda yang merasa jadi korban : PASTI ADA PILIHAN LAIN

HAL BESAR

Ada arus besar yang belakangan ini menggoda ku untuk ikut masuk di dalamnya. Sadar aku tak tahu banyak soal itu, aku coba menahan diri, agar tak terjebak pada nafsu ikut nge-"pop" – namun kehilangan pemahaman akan esensi pemahaman.

Memahami esensi di masa seperti sekarang aku rasa jadi hal yang sulit. Sebuah kebobrokan dengan modal capital besar bisa dikemas sedemikian rupa dengan "teknologi" opini publik, yang pada ujungnya menjebak banyak pihak. Jadi aku memilih menjadi pengamat saja.

Godaan budaya ngepop kadang juga menyibukan kita dengan persoalan permukaan yang tampak besar, sehingga membuat kita kadang lupa pada hal kecil yang sebenarnya fundamental. Aku mungkin salah satu yang jadi pelaku macam itu, makanya kesadaran untuk terus mengingatkan diri menjadi prioritas yang aku coba jaga, sekuat daya.

Bukankah seringkali sesuatu terdengar besar lebih karena disebabkan gema nya semata ? Dalam kerangka itu, buatku lebih baik melakukan hal kecil yang memang bermanfaat ketimbang teriak hal besar yang sayangnya mudah menguap terbawa angin yang lari bersama musim berganti

Baru Tahu

Beneran, dah lama gak nulis mendalam, makanya lama juga gak nengok ke wp. Jadinya baru tahu kalau bisa posting pakai email
Thank you wp. Moga ini jadi sarana yang nambah semangat untuk terus menulis

LUKA !

 meditation21462

(LUKA)
Luka bisa menimpa siapa saja, kapan saja. Sementara duka mungkin sebuah pilihan ! Continue Reading »

LAWAN !

Image of crossed hands isolated over blue background

Tuesday, January 13, 2009

(PERLAWANAN)

Seorang karyawan kecil tak mau mengajukan surat pengunduran diri. “ Silahkan PHK saya saja, Pak !”, katanya. Sungguh sebuah perlawanan orang kecil, namun sejatinya bukan usaha kecil. Ini sebuah gerakan bermakna. Dan asal tahu saja, dengan cara seperti ini uang pisah yang akan ia dapat mungkin jauh lebih besar. Boleh juga, apa pun motifnya ! Continue Reading »

Older Posts »